Sabtu, 02 November 2013

tugas 2



RESUME KELOMPOK 1

 (Prinsip Etika Profesi Akuntansi dan Tujuannya)

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian

(1)   Prinsip Etika,
(2)   Aturan Etika, dan
(3)   Interpretasi Aturan Etika

Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik.

Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia

1.    TanggungJawab Profesi

Tanggungjawab sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

2.    Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

3.    Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional.

4.    Obyektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.  Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota.




5.    Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan.

6.    Kerahasiaan

Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasiyang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

7.    Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

8.    Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan

RESUME KELOMPOK 2

Lingkungan bisnis yang mempunyai prilaku etika, dalam menciptakan etika bisnis ada beberapa ada beberapa hal yang diperhatikan antara lain adalah pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, dan menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu.Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi, serta kita optimis salah satu kendala.
dalam menghadapi era globalisasi dapat dia atasi.

 Lingkungan Bisnis

Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembanga organisasi atau perubahan. Faktor – factor yang mempengaruhi lingkungan bisnis adalah :


1.      Lingkungan internal
2.      Lingkungan Eksternal

Lingkungan bisnis yang mempengaruhi Perilaku Etik

 Lingkungan bisnis yang mempengaruhi etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan makro yang dapat mempengaruhi kebiasaan yang tidak etis yaitu bribery, coercion, deception, theft, unfair dan discrimination. Maka dari itu dalam perspektif mikro, bisnis harus percaya bahwa dalam berhubungan dengan supplier atau vendor, pelanggan dan tenaga kerja atau karyawan

 Etika Bisnis

            Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat.

Macam-macam teori etika bisnis, yaitu:

a) Utilitarisme (utilitarianism)
b) Deontologi
c) Teori Hak
d) Teori Keutamaan
Etika Bisnis Dalam Akuntansi

            Profesi akuntan publik bisa dikatakan sebagai salah satu profesi kunci di era globalisasi untuk mewujudkan era transparansi bisnis yang fair, oleh karena itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi yaitu: keahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Karakter menunjukkan personality seorang profesional yang diantaranya diwujudkan dalam sikap dan tindakan etisnya. Sikap dan tindakan etis akuntan publik akan sangat menentukan posisinya di masyarakat pemakai jasa profesionalnya.




Ketergantungan Bisnis Terhadap Etika

       Pada kenyataan yang ada pada saat ini, masih banyak dari masyarakat belum mengenal apa itu etika dalam berbisnis tidak perlu menggunakan etika, karena urusan etika hanya berlaku dimasyarakat yang memiliki kultur budaya yang kuat. Terdapat dua pandangan tanggung jawab social,            yaitu

1.      Padangan klasik
2.      Padangan sosial ekonomi
KELOMPOK 3 (Etika Government dalam Menyikapi Bisnis di Indonesia)

1.    PengertianEtika Government

Etika Government yaitu penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan.

2.    Masalah-masalah praktis etika bisnis
·         Banyak pelaku bisnis dan ekonomi yang telah merugikan warga negara, dari keuntungan financial (pajak) dan kepercayaan public terhadap peranan negara (pemerintah) dalam mengawasi dinamika ekonomi, khususnya proses produksi, eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber kekayaan alam dan pelestarian lingkungan hidup.
·         Masih saja terjadi persaingan tidak sehat dan monopoli terhadap sektor-sektor ekonomi.
·         Kejahatan perbankan, keuangan (pasar modal) dan perpajakan juga sering dilakukan oleh banyak orang.
·         Mekanisme pengawasan dan penegakan hokum terhadap kegiatan bisnis berskala besar acap kali diabaikan oleh pemerintah, bahkan terlihat banyak oknum aparat pemerintah melakukan konspirasi dan kolusi.
·          Control lembaga legislatif (parlemen) juga sangat lemah, sebab ada juga anggota parlemen tingkat pusat dan tingkat daerah yang ikut melakukan kejahatan bisnis, atau sengaja membiarkan terjadi tanpa ada upaya melaporkannya.
·         Masih banyak pelaku bisnis yang tidak memiliki etika bisnis, dan oknum pemerintah banyak yang tidak memiliki etika dalam pembangunan ekonomi, perdagangan dan korporasi.




3.    Beberapa Solusi Permasalah Etika Bisnis
·         Untuk mengatasi kejahatan bisnis/ ekonomi yang terjadi seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang telah melahirkan revolusi industri perdagangan, perbankan dan khususnya korporasi, dalam skala global, sebaliknya semua Negara memperkuat komitmen politiknya untuk lebih memartabatkan kegiatan ekonomi dan bisnis.
·         Pemerintah harus merancang sebuah pemikiran strategik mengenal politik penanggulangan kesejahteraan bisnis secara rasional.
·         Untuk mecegah sekaligus memberantas kejahatan bisnis/ekonomi, sesuatu hal yang signifikan, strategic dan fundamental harus diambil, yaitu dengan lebih dahulu membenahi organisasi kekuasaan kehakiman, kejaksaan dan kepolisian.
·         Integritas moral pemerintah dan parlemen juga harus lebih baik, agar tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam berbuat kejahatan bisnis/ekonomi.
·         Etika bisnis harus disosialisasikan oleh pemerintah dan LSM secara berkelanjutan.
·         Prinsip-prinsip good corporate governance harus diterapkan pada semua korporasi, baik milik asing, pemerintah, maupun swasta lokal.
Kelompok 4 : Akuntansi sebagai Profesi dan Etika dalam Akuntan Publik

Etika Profesional Profesi Akuntan Publik

Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik.

Akuntansi sebagai Profesi dan Peran Akuntansi

Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.


Peran akuntansi

1.    Akuntan Publik (Public Accountants)
2.    Akuntan Intern (Internal Accountant)
3.    Akuntan Pemerintah (Government Accountants)
4.    Akuntan Pendidik

Ekspektasi Publik

Dalam hal ini, seorang akuntan dipekerjakan oleh sebuah organisasi atau KAP, tidak akan ada undang-undang atau kontrak tanggung jawab terhadap pemilik perusahaan atau publik.Walaupun demikian, sebagaimana tanggung jawabnya pada atasan, akuntan professional publik mengekspektasikannya untuk mempertahankan nilai-nilai kejujuran, integritas, objektivitas, serta pentingannya akan hak dan kewajiban dalam perusahaan

Nilai-nilai Etika vs Teknik Akuntansi/Auditing

    Integritas
¢
    Kerjasama
¢
    Inovasi
¢
    Simplisitas
¢

    Teknik akuntansi adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntan yang menerangkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.

Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan public

Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi Masyarakat, yaitu:

 Jasa assurance
¢
Jasa Atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan Prosedur yang disepakati
(agreed upon procedure).¢
Jasa atestasi¢
Jasa non-assurance¢

Kelompok 5 : Kode Etik Profesi Akuntansi

A.    Kode Perilaku Profesional.

Garis besar kode etik dan perilaku profesional adalah :
·         Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.
·         Hindari menyakiti orang lain.
·         Bersikap jujur dan dapat dipercaya
·          Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.
·         Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten
·         Memberikan kredit yang pantas untuk properti intelektual.
·          Menghormati privasi orang lain
·         Kepercayaan
B.     Prinsip-prinsip Etika

1.      Kode Etik AICPA ( American Institute of Certified Public Accountants) terdiri atas dua bagian; bagian pertama berisi prinsip-prinsip Etika dan pada bagian kedua berisi Aturan Etika (rules) :

1)    Tanggung Jawab
2)    Kepentingan Publik
3)    Integritas
4)    Objektivitas dan Independensi
5)    Kehati-hatian (due care).
6)    Ruang Iingkup dan Sifat




2.      Prinsip Etika Profesi menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)

      Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi aturan etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.

Berikut adalah delapan prinsip etika yang telah ditentukan ketetapannya:

1.      Prinsip pertama: Tanggung Jawab Profesi
2.      Prinsip Kedua: Kepentingan Publik
3.      Prinsip Ketiga: Integritas
4.      Prinsip Keempat: Objektivitas
5.      Prinsip Kelima: Kompetensi dan Kehati- hatian Profesional
6.      Prinsip Keenam: Kerahasiaan
7.      Prinsip Ketujuh: Perilaku Profesional
8.      Prinsip Kedelapan : Standar Teknis

3.      Prinsip dan Kode Etik menurut IFAC ( International Federation of Accountan Committee)

Misi IFAC adalah melakukan harmonisasi standar di antara negara-negara anggota IFAC. Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC:

1)      Integritas.
2)      Objektivitas.
3)      Kompetensi profesional dan kehati-hatian.
4)      Kerahasiaan.
5)      Perilaku Profesional.






C.    Interpretasi Etika

            Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya

KELOMPOK 6 (Tanggung Jawab Akuntan Publik)

1.    Tanggung Jawab Akuntan Publik

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.

a)    Atestasi

Atestasi adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai, dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan.

b)    Audit

Pengauditan adalahsuatu proses sistimatis untuk mendapatkan danmengevaluasibukti yang berhubungan dengan asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi secara obyektif untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

c)    Kompilasi dan Review

Kompilasi adalah penyajian dalam bentuk laporan keuangan, pernyataan manajemen tanpa usaha untuk memberikan pernyataan suatu keyakinan apapun terhadap laporan tersebut. Review adalah pelaksanaan prosedur permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas.

d)    Laporan Keuangan Prospekti

Laporan keuangan prospektif berisiin formasi keuangan yang merupakan bagian dari ramalan keuangan maupun proyeksi keuangan. Laporan keuangan prospektif digunakan baik untuk penggunaan umum atau terbatas.

e)    Pengendalian Mutu

Untuk menjaga mutu pekerjaan kantor akuntan publik (KAP), organisasi profesi mewajibkan setiap KAP untuk memiliki suatu system pengendalian mutu.

2.    Krisis Profesi Akuntansi

a.    Akuntansi Sebagai Bisnis

Secara luas bahwa akuntansi adalah satu bisnis, apabilaakuntanperusahaan akan tergolong pemaksimal keuntungan. Ketika satu akuntan perusahaan menjadi fungsi primer untuk memberikan opini cukup berawal melihat kepada diri sebagai fungsi primer untuk membuktikan kebenaran dan ketepatan dari laporan keuangan.

b.    Tanggung Jawab Sebagai Bisnis

Sekarang ini gagasan untuk bisnis sebagai institusi sosial yang dikembangkan menurut suatu persepsi yang memandang pokoknya berhubungan dengan membuat suatu laba. Fungsi bisnis yang utama adalah menghasilkan laba yang mempunyai akar di dalam suatu pembacaan.

Kelompok 7 : Etika Dalam Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

A. Tanggung Jawab Akuntan Keuangan dan Akuntan Menejemen

Etika dalam akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen merupakan suatu bidang keuangan yang merupakan sebuah bidang yang luas. Akuntansi keuangan merupakan bidang akuntansi yang mengkhususkan fungsi dan aktivitasnya pada kegiatan pengolahan data akuntansi dari suatu perusahaan dan penyusunan laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak yaitu pihak internal dan pihak eksternal. Sedangkan seorang akuntan keuangan bertanggung jawab untuk:

1. Menyusun laporan keuangan dari perusahaan secara integral, sehingga dapat digunakan oleh pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan dalam pengambilan keputusan.

2. Membuat laporan keuangan yang sesuai dengan karakteristik kualitatif laporan keuangan IAI, 2004 yaitu dapat dipahami, relevan materialistis, keandalan, dapat dibandingkan, kendala informasi yang relevan dan handal, serta penyajian yang wajar.

Sedangkan akuntansi manajemen merupakan suatu sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasidan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi control. Tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang akuntan manajemen, yaitu:

1. Perencanaan
2. Pengevaluasian yang diharapkan
3. Pengendalian
4. Menjamin pertanggungjawaban sumber
5. Pelaporan eksternal.

B. Competence, Confidentiality, Integrity and Objectivity of Management Accountant

Kriteria Standar Perilaku Akuntan Manajemen:
Competence (Kompetensi)
Confidentiality (Kerahasiaan)
Integrity (Kejujuran)
Objectivity of Management Accountant (Objektivitas Akuntan Manajemen)

C. Whistle Blowing

Merupakan tindakan yang dilakukan seorang atau beberapa karyawan untuk membocorkan kecurangan perusahaan kepada pihak lain. Motivasi utamanya adalah moral. Whistle blowing sering disamakan begitu saja dengan membuka rahasia perusahaan.
Whistle blowing dibagi menjadi dua yaitu :

• Whistle Blowing internal
• Whistle Blowing eksternal

D. Creative Accounting

Creative Accounting adalah semua proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk di dalamnya standar, teknik, dll) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan (Amat, Blake dan Dowd, 1999).

E. Fraud Accounting

Fraud sebagai suatu tindak kesengajaan untuk menggunakan sumber daya perusahaan secara tidak wajar dan salah menyajikan fakta untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dalam bahasa yang lebih sederhana, fraud adalah penipuan yang disengaja.

F. Fraud Auditing

Karakteristik kecurangan Dilihat dari pelaku fraud auditing maka secara garis besar kecurangan bisa dikelompokkan menjadi 2 jenis :

• Oleh pihak perusahaan
• Oleh pihak di luar perusahaan

Kelompok 8 : ETIKA AKUNTANSI DALAM DUNIA BISNIS INTERNASIONAL

A.    Pengertian Akuntansi Internasional

Pada tahun 1971, Prof. Thomas R. Weirich, Clarence G. Avery dan Henry R. Anderson mengemukakan tiga pendekatan berbeda:
·          Sistem universal
·          Pendekatan deskriptif dan informative yang mencakup semua metode dan standar dari semua Negara
·         Praktik-praktik akuntansi dari anak-anak perusahaan yang ada di luar negeri dan perusahaan-perusahaan induk.

Mereka menamai dan menjelaskan pendekatan-pendekatan defisional ini, masing-masing sebagai berikut:

  Akuntansi Dunia.
§
  Akuntansi Internasional
§
  Akuntansi Bagi Perusahaan Anak di Luar Negri.
§

B.    Klasifikasi Akuntansi Internasional

Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara,yaitu : dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.

Ada empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi, yaitu :
·         Berdasarkan pendekatan Makroekonomi
·         Berdasarkan pendekatan Mikroekonomi
·         Berdasarkan pendekatan Independent
·         Berdasarkan pendekatan yang Seragam


C.       Faktor-faktor dalam Perkembangan Akuntansi Internasional

Faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu:
·         Sumber Pendanaan
·         Sistem Hukum
·         Perpajakan
·          Ikatan Politik dan Ekonomi
·         Inflasi
·         Tingkat Perkembangan Ekonomi
·         Tingkat Pendidikan
·         Budaya


D.      Profesi Akuntansi Internasional

Profesi akuntansi internasional terdiri dari:

1.      CPA ( Certified Public Accountant )
CPA adalah gelar bagi akuntan yang telah lulus Uniform Certified Public Accountant Examination dan telah menempuh pendidikan di beberapa negara dan persyaratan pengalaman untuk sertifikasi sebagai CPA.

2.      CIA (Certified Internal Auditor
CIA adalah sebutan profesional utama yang ditawarkan oleh The IIA*. Peruntukan CIA adalah diakui secara global, sertifikasi bagi auditor internal dan merupakan standar individu yang dapat menunjukkan kompetensi dan profesionalisme dibidang audit internal.

3.      CGA (Certified General Accountant)
CGA adalah sebutan untuk profesional yang masuk dalam keanggotaan CGA Association of Canada (CGA-Canada) atau asosiasi CGA negeri lainnya.

4.      CA (Chartered Accountant)
Chartered Accountant adalah lembaga profesional pertama yang dibentuk oleh para akuntan, awalnya didirikan di inggris pada 1854. CA bekerja disemua bidang bisnis dan keuangan.




Sumber :
http://www.Anandaputrinanda.blogspot.com
http://www.Rizqiputriariani.blogspot.com
http://www.aliendwiputri.blogspot.com
http://www.agung-sukma.blogspot.com
http://www.masturohimasu18.blogspot.com
http://www.sbwicaksono.blogspot.com
http://www.melaniaisny.blogspot.com
http://www.galuhlistya.blogspot.com

Rabu, 29 Mei 2013

How to Make Sandwich

A sandwich is a quick and tasty ways to make a meal. It can make a great lunch or breakfast. Read on to learn how to make a cold or hot sandwich.

Steps:
Cold Sandwich Method

1. Pick your favourite type of bread. You can use white, wheat, wholegrain, rye, sourdough, a pita or any other type of bread. You need 2 whole slices of bread to make a full sandwich, or you can use one slice to make a half-sandwich. You can also toast your bread.
2. Choose a spread that will make the bread stick together. Margarine, butter, mayonnaise, mustard or avocado are common good choices. Combine the spreads for a different and delicious taste.
3. Add fillings. Jam, peanut butter, ham, cheese, various other meats, lettuce, tomato, pickles, bacon bits, onions, turkey, beef, chicken, -- you've got a lot of choices. What you put on a sandwich is really up to your imagination and preferences. Just remember to put together things you enjoy eating because you have to eat it.
4. When you have finished putting together the foods you like to eat, slice the sandwich diagonally for easier handling.
5. Include a side. Add a cup of soup, pickle, fruit juice, milk or a drink of your choice to go with it for a complete and healthy meal. Keep in mind that sandwiches can be served at any time but are best during lunch.





Hot Sandwich Method


1. Lay out the bread on the preparing surface.
2. Take out the sliced meat, making sure to get as much of the liquid off as possible.
3. Put the meat on the sandwich until the desired thickness is reached. You can also add cheese at the point, if you want it to be soft and melty.
4. Put the sandwich in the microwave for 40 seconds, flipping it once every 10 seconds. Keep the sandwich "open-faced," or so that each piece of bread is separate with the ingredients on top. Take it out of the microwave as soon as it's done. If you wish, you could also set your oven to broil and put the sandwich, open-faced, on a baking sheet on the top rack. Let cook for 4 or 5 minutes.
5. Add fillings. Put on things like chips, dressing, vegetables and so on.
(Optional) Press on it until the chips are crunched into the bread so they don't fall off as easily.
6. Serve and enjoy.





Tips:

  • Always be hygienic when preparing food, and remember there are a lot of nasty stomach bugs out there. Wash your hands before starting.
  • Make sure always use good (unspoiled) food or you might get sick.
  • To decorate the sandwich a bit, take a toothpick with an olive attached on top and put the toothpick through the top of the sandwich.
  • Serve with a slice of pickle and sauerkraut on the meat and add the bread on top.
  • Make a flower out of a red radish, and place it on the plate, along side a slice of orange.
  • Try slicing your sandwich in different ways, such as in half the long way, or vertically, or cut it into four little slices.
  • Try buffalo breast ham for addings it's really good.
Sumber: http://www.wikihow.com/Make-a-Sandwich










Tugas 4

Tenses Chart
1.      While she was trying to read , her friend ( Practised ) the piano
2.      He (bought) several jerseys in the last two years.
3.      She ( Bone ) the meat later
4.      By the time you get there they already ( left ).
5.      I (  drown ) . No body  ( saved ) me.
6.      He said she not ( Return ) the book yet
7.      What you ( draned ) at tehe moment
8.      She ( thought ) her huisband will buy a new fridge
9.      How much you (spent ) in London so far ?
10.  In a month’s time I (Learned) in London so far
11.  After he had (saw ) the giraffe he spoke to the keeper
12.  He (bought) weed-killer when they arrested him.
13.  The plumbing always (given) trouble the summer.
14.  The trout ( risen ) when they reached the lake.
15.  You (recognized) this statue?
16.  They say they not (performed) tomorrow.
17.  What you ( did) since your last recital?
18.  As it ( rained ) he put up his umbrella.
19.  They (heard) Beethoven better conducted earlier in the year.
20.  What ( gone ) on here?
21.  I only just (realized) what she meant.
22.  I never (planted) crocuses again.
23.  You (enjoyed) yourself when I saw you at the party ?
24.  I (were ) to the zoo and ( gone ) while they are still talking about visiting it.
25.  She (dock) at Tilbury last week.
26.  He always (accelerated) too quickly.
27.
28.  You (heard ) that awful noise ?
29.  By the time the brigade arrived, the house ( collapses ).
30.  I saw a new type of windscreen wiper while I (walk) round the exhibition yesterday.
31.  They (waited) to take off since ten this morning.
32.  She (shot) at leastthree tigers in India last year.
33.  We (saw) what we (seen)
34.  He heard an owl hooting as he (walk) through the wood.
35.  They (produced) a hundred shirts every day for two mounts now.
36.  Where you (gone ) when I bumped into you?
37.  Who (told ) the grasshopper to dance? The ant in the fable (do).
38.  They (wore ) high heels every day last term.
39.  What you ( did ) with a gun in your car?
40.  He still not ( found) his watch.
41.  I (live) there several years before I found the nest.
42.  When it (stung) him?
43.  She (liked) cockles. Naturally she (prefered) lobster.
44.  Dragon-flies (had) very beautiful wings.
45.  Time and tide (waited) for no man, the saying (run).
46.  I (bought) some new pruners the other day.
47.  The girl in the pay box seldom (smiled) now a days.
48.  The moment he (open) the boot the spare wheel fell out.
49.  Too many cooks (spoil) broth.
50.  He (left) Italy by plane yesterday.

Tugas 3

251. Unreal Conditions : Present And Future

4.    If that man ( wrok ) harder, he could earn more money.
        If that man ( wroked ) harder, he could earn more money.
5.    I would glady  tell you answer if I only ( know ) it myselft
        I would glady tell you answer if I only ( knew ) it myselft
6.    If Don and I ( have ) enough money, we would buy a house
        If Don and I ( had ) enough money, we would buy a house
7.    If the weather ( be ) better right now, we could go for a walk
        If the weather ( were ) better right now, we could go for a walk
8.    That student would get much higher marks if he ( study ) harder
        That student would get much higher marks if the ( studied ) harder
9.    If Mr. Smith ( call ) me, I would explain evertyhing to him.
        If Mr. Smith ( called ) me, I would explain evertyhing to him.
10.  Mr. Moore would give up teaching if the ( enjoy, not ) it so much.
         Mr. Moore would give up teaching if the ( enjoyed , not ) it so much.
11.   If I ( be ) in your place ,I would accept Mr. Anderson’s offter.
         If I ( were ) in your place, I would accept Mr. Anderson:s offter.
12.  People would understand you better if you ( speak ) more carefully.
         People would understand you better if you ( spoke ) more carefully.
 
252. Writing Conditional Sentences 

1.      If the weather were better today, I am going on holiday
2.      I would be a millionaire if working hard
3.      If we had a different english teacher, I will adapt to the teacher
4.      We could play a game of cards if  there are cards
5.      If everybody dressed the same way, I will not be able to distinguish
6.      I wouldn’t do that if dangerous to me
7.      If I had more free time, I’ll take a break
8.       No one would be happy if all grieving
9.       If I spoke Japanese fluently, I am going on holiday to Japan
10.    Your suit would look better if being a good
11.     If I knew all for details, bookkeeping journal
12.    Almost anyone would be frightenet if quilty
13.    If I had the day off tomorrow, I’ll do a useful
14.    The world would be a better place if everything is being a positive thing
15.    If Alice were a little mor careful, when walking

Rabu, 01 Mei 2013

TULIASAN - LUTUNG KASARUNG



Lutung Kasarung
Prabu Tapa Agung had led a kingdom in West Java for a long time. He was getting old and therefore wanted to choose a successor. But unfortunately, he had no son. He thought of choosing one of his daughters, Purbararang and Purbasari. But it wasn’t an easy choice. They were both very pretty and smart. The only difference was their temperament. Purbararang was rude and dishonest, while Purbasari was kind and caring. With those considerations, Prabu Tapa Agung finally chose Purbasari to be his successor.
Purbararang didn’t agree with her father’s decision. “It’s supposed to be me, Father. I’m the eldest daughter!” Purbararang said. Prabu Tapa Agung smiled. “Purbararang, to be a queen takes more than age. There are many other qualities that one must possess,” explained Prabu Tapa Agung wisely. “What does Purbasari have that I don’t?” Purbararang pouted. “You’ll find out when Purbasari has replaced me,” Prabu Tapa Agung answered.
After the discussion, Purbararang went back to her room. “Is there something wrong?” asked Indrajaya. Indrajaya is Purbararang’s future husband. “I’m upset! Father chose Purbasari as his successor and not me! I have to do something!” Purbararang said. Driven mad by her anger, she came to a witch and asked her to send rash all over Purbasari’s body. Before going to bed, Purbasari started to feel itch all over her body. She tried applying powder to her body, but it’s no use. Instead, the itching grew even worse. She didn’t want to scratch it, but she just couldn’t help it. In the next morning, there were scratch mark all over Purbasari’s body. “What happened to you?” asked Purbararang, pretending to be concerned. “I don’t know, sis. Last night, my body suddenly felt very itchy. I scratched and scratched, and this is what happened,” Purbasari answered. Purbararang shook her head. “You must have done something really awful. You’ve been punished by the gods!”
That day, the whole kingdom was scandalized. “What have you done, Purbasari?” demanded Prabu Tapa Agung. Purbasari shook her head. “I didn’t do anything that would upset the gods, Father,” she answered. “Then how can you explain what happened to your body?” Prabu Tapa Agung asked again. “If you don’t confess, I’ll banish you to the woods.” Purbasari took a deep breath. “Like I said before, I didn’t do anything wrong. And I’d rather be thrown into the woods than to confess to a deed I didn’t commit.”
After a short discussion with his advisor, Prabu Tapa Agung ordered Purbasari to be moved to the woods. Purbasari was very sad, but she couldn’t do anything to defy her father’s order. She was accompanied to the woods by a messenger. He built a simple hut for Purbasari. After the messenger left, suddenly a black monkey came to Purbasari’s hut. He carried a bunch of bananas. From behind him, some animals looked on. “Are the bananas for me?’ Purbasari asked. The black monkey nodded, as if he understood what Purbasari said. Purbasari took the bananas with pleasure. She also said thanks. The other animals that were looking on also seemed to smile. “Are you willing to be my friend?” Purbasari asked them. All the animals nodded happily. Although she was living by herself in the woods, Purbasari never lacked of supplies. Everyday, there were always animals bringing her fruits and fish to eat.
A long time had passed since Purbasari was banished to the woods, but her body still itched. At some places, her skin was even ulcerating. What am I supposed to do?” Purbasari sighed. The monkey who was sitting next to her stayed still, there were tears in his eyes. He hoped Purbasari would remain patient and strong.
One night, on a full moon, the monkey took Purbasari to a valley. There is a pond with hot spring water. The monkey suddenly spoke, “The water of this pond will heal your skin,” he said. Purbasari was surprised, ”You can talk? Who are you?” she asked. “You’ll find out, in time,” the monkey said. Purbasari didn’t want to force the monkey. She then walked to the pond. She bathed there. After a few hours, Purbasari walked out of the pond. She was shocked to see her face reflected on the clear pond water. Her face was beautiful again, with smooth and clean skin. Purbasari observed her entire body. There were no traces of any skin ailments. “I’m cured! I’m cured!” Purbasari shouted in joy. She quickly offered thanks to the gods and also to the monkey.
The news of Purbasari’s condition quickly spread to the kingdom, irritating Purbararang. She then accompanied by Indrajaya go to the woods to see Purbasari. Purbasari asked if she would be allowed to go home. Purbararang said she would let Purbasari return to the palace if Purbasari’s hair were longer than hers. Purbararang then let her hair down. It was so long, it almost touched the ground. But it turned out that Purbasari’s hair was twice longer than Purbararang’s hair.
“Fine, so your hair is longer than mine.” Purbararang admitted. “But there is one more condition you must fulfill, do you have a future husband who is handsomer than mine?” said Purbararang as she walked toward Indrajaya. Purbasari felt miserable. She didn’t have a future husband yet. So, without much thought, she pulled the black monkey beside her.
Purbararang and Indrajaya burst out, but their laughter didn’t last long. The monkey meditates and suddenly transformed into a very handsome young man, a lot more handsome than Indrajaya. “I’m a prince from a kingdom far away. I was cursed to be a monkey because of a mistake I committed. I could regain my true form only if there’s a girl who would be willing to be my wife,” said the young man.
Finally, Purbararang gave up. She accepted Purbasari as the queen, and also confessed everything she had done. “Please forgive me. Please don’t punish me,” Purbararang said, asking for forgiveness. Instead of being angry, Purbasari smiled. “I forgive you, sis,” she said. Soon after, Purbasari become queen. Beside her was the handsome prince, the former monkey known as Lutung Kasarung.***

Selasa, 30 April 2013

TUGAS 2



TUGAS 2
  1. The teacher decide to accept the paper.
  2. They appreciate to have this information.
  3. His father doesn’t approve of his going to Europe.
  4. We found it very diffuclt to each a decision.
  5. Donna is interested in opening a bar.
  6. George has no intention of  leaving the city now.
  7. We are eager to return to school in the fall.
  8. You wold be better off  buying this car.
  9. She refused  to accept the gift.
  10. Mary regrets to be the one to have to tell him.
  11. George pretended being sick yesterday.
  12. Carlos hopes to finish his thesis this year.
  13. The a greed to leave carly.
  14. Helen was anxious to tell her family about her promotion.
  15. We are not ready to stop this research at this time.
  16. Henry shouldn’t risk to drive so fast.
  17. He demands to know what is going on.
  18. She is looking forward to return to her country.
  19. There is no excuse for leaving the room in this condition.
  20. Gerald returned to his home after  leaving the game

TUGAS 1


TUGAS 1
Exercise 10: Subject-Verb Agreement
  1. John, along with twenty friends is planning a party.
  2. The picture of the soldiers brings back many memories.
  3. The quallity of these recordings is not very good.
  4. If the duties of these officers aren’t reduced, there will not be enough time t finish the project.
  5. The effects of cigarette smoking have been proven to  be extremely harmful.
  6. The use of credit cards in place of cash has increased rapidly i recent years.
  7. Advertisements on television are becoming more competitive than ever before.
  8. Living expenses in this country, as well as in many others are at an all-time high.
  9. Mr.Jones accompanied by several members of the commite has proposed some changes of the rules.
  10. The levels of intoxication vary from subject to subject.

Exercise 11: Subject-Verb Agreeement
  1. Neither Bill nor Mary is going to the play tonight.
  2. Anything is becoming than going to another movie tonight.
  3. Skating is becoming more popular every day.
  4. A number of reporters were at the conferences yesterday.
  5. Everybody who has a fever must go home immediately.
  6. Your glasses was on the bureai last night.
  7. There was some people at the meeting last night.
  8. The committee has already reached a decision.
  9. A pair of jeans was in the washing machine this morning.
  10. Each student have answered the first three questions.
  11. Either John or his wife makes breakfast each morning.
  12. After she had perused the material, the secretary decided that everything was in order.
  13. The crowd at the basketball game was wild with excitement.
  14. A pack of wild dogs has fightened all the ducks away.
  15. The jury is trying go reach a decision.
  16. The army has eliminated this section of the training test.
  17. The number of students who have withdrawn from class this quarter are appalling.
  18. There has been too many interruptions in this class.
  19. Every elementary school teacher have to take this examination.
  20. Neither Jill nor her parents has seen this movie before